Senin, 26 Desember 2011

Bakso Pong


Siapa yang ngga kenal sama makanan yang satu ini? Bentuknya bulat terbuat dari daging atau ayam bahkan ikan yang dihaluskan, tentu saja kuah yang "sumbrah" atau segar sebagai pendukung laziznya penganan khas indonesia ini. "Meat Ball" atau bahasa indonesianya "Bakso" adalah makanan yang hampir semua orang suka, bahkan Alika mulai umur setahun udah sangat amat suka dengan "bola-bola daging" ini.

Misal anak-anak sedang beraksi "mogok makan" biasanya bakso sebagai senjata utama supaya mau makan, dan memang berhasil. Tapi kalau keseringan juga kan sebenernya kurang baik, karena bakso yang dijual dipasaran belum pasti kehigienisannya apalagi sering diberitakan di TV banyak bakso yang menggunakan bahan kimia "non foodgrade" seperti boraks yang berfungsi untuk mengenyalkan dan formaline (biasa dipakai untuk mengawetkan mayat) yang memang difungsikan untuk mengawetkan bakso, sehingga apabila bersisa tidak akan rusak.

Makanya aku berusaha keras belajar buat bakso ini supaya ngga perlu beli lagi. Dulu percobaan pertama secara rasa sudah sangat enak tapi bentuknya belum cantik bulat, mungkin kurang kanji nya. Nah kebetulan liat diblognya mba waty (www.wati-cookery.blogspot.com) bakso pong. Uniknya bakso ini selain dibuat dari salah satu dari 3 macam daging2an ditambahkan juga tahu, dan lagi cara penyajiannya digoreng dulu baru setelahnya diguyur dengan kuah yang segar, jadi rasanya seperti batagor kuah "and I luv it", thanks ya mba resepnya ^__^.
Ceritanya udah lumayan sukses niy sama bakso pong nya, next project mau trial lagi yang "bakso betulan" alias bakso yang kayak dijual di abang-abang.
Dimakan pas udara lagi dingin, cucok banget cyinn...ditambah sambel yang puedessss, hadohhhh mana tahannnn. Untuk resepnya silahkan liat dibawah ini


Bakso Pong (adopted from www.wati-cookery.blogspot.com)
Sumber: Seri Masak Femina "Primarasa a la Cafe & Kaki Lima"
Bahan:
150 gr udang kupas, cincang
75 gr daging ayam cincang/giling
150 gr tahu putih, remas2, hancurkan
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
2 sdm bawang merah goreng
1/2 sdm bawang putih goreng, remas2/hancurkan------saya ga pake
3 sdm rebung, cincang halus ------ saya ga pake
2 sdm seledri, iris halus
4 sdm tepung kanji
1 butir telur, kocok
minyak untuk menggoreng
daun selada, daun seledri iris, sambal cabai (mgkn ini yang dimaksud sambal botolan. soale sambal ya dari cabai toh ^^)
Kuah:
2 sdm minyak goreng
4 siung bawah putih, iris
1 L kaldu ayam
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
2 sdm kecap asin
Cara Membuat:
  1. Campur udang, ayam dan tahu. Bubuhkan merica dan garam, aduk. Masukkan bawang merah goreng, rebung, seledri, tepung kanji, dan telur kocok, aduk sampai tercampur rata.
  2. Bulatkan adonan sebesar kelereng (kalo saya sebesar bakso biasa). Goreng secara bertahap dalam minyak yang banyak dalam wajan hingga berwarna kuning kecoklatan dan matang, angkat, tiriskan, sisihkan.
  3. Kuah: panaskan minyak goreng dalam wajan, tumis bawang putih hingga harum, masukkan ke dalam panci berisi kaldu. Bubuhkan garam, merica dan kecap asin, aduk.
  4. Masukkan bakso, masak sebentar hingga mendidih lagi, angkat segera. Tuang bakso beserta kuahnya ke dalam mangkuk saji, tambahkan daun selada, taburi daun seledri. Hidangkan dengan sambal cabai (botolan).
Catatan:
  • saya membulat2kan adonan bakso nya menggunakan tangan yang sudah memakai sarung tangan plastik, agar didapat bentuk bakso yang bulat.
  • ukuran bakso yang saya buat, kira2 sebesar bakso2 pada umumnya. karena kalo sebesar kelereng seperti di resep, menurut saya terlalu kecil. karena nanti begitu bakso nya selesai digoreng, bakso nya akan mengkerut sedikit ukurannya. tapi begitu dimasukkan ke dalam kuah dan dididihkan, bakso akan mengembang kembali.
  • semua bumbu disesuaikan dengan selera yaa....

0 komentar:

Posting Komentar