Jumat, 20 September 2013

Nastar Keju






Project lawas...Eh, ngga lawas banget siy, bikinnya pas idul fitri kemaren. Buat konsumsi sendiri, juga pesanan. Sebenernya ngga cuma nastar, ada kaastengel, kue kacang sama cheese buttonnya "mba femmy". Cuma belum sempet difoto aja #sigh#

Di pasaran, nastar yang keluarnya cuma dari lebaran ke lebaran ini dijual dengan bermacam versi. Mulai dari kualitas pasar sampe kualitas premium. Semua tergantung selera siy #antara selera lidah dan selera kantong#

Tapi kalo untuk konsumsi sendiri siy, prefer yang premium lah yaaaa....worth it gitu loh!!
"Ono rego ono rupo" gitu katanya.





Ceritanya selesai mudik, kuker yang buat stok sendiri masih ada. Daripada bulukan diluar kan mendingan buluk didalem, ya ngga???!! Jadi nastar satu toples aku bawain untuk my darleng ngantor. Rupanya nastarkuh dimadu sama bosnya yang duduk disebelahnya # dimadu = berbagi #, En...berakhir pujian loh, dari om jepun. Sayangnya ya... ngga berakhir pesenan ....ahahahah.

Pake resepnya NCC poenyah. TOP deh, kemepyur kulitnya and isinya juga pas, ngga terlalu asyem. Pas lah pokoknya.

Perlu tulis lagi ngga resepnya????
Ah...ngga usah lah, klik link ini aja yah ^__*





- Enjoy -

Jumat, 23 Agustus 2013

IDUL FITRI 2013







Mumpung masih suasana lebaran idul fitri, saya sekeluarga mengucapkan "TAQABALALLAHU MINNA WAA MINKUM, SHIYAAMANA WA SHIYAAMAKUM".

Semoga kita semua selalu dalam limpahan rahmat ALLAH SWT, dan semoga kita bisa dipertemukan kembali dengan ramadhan kareem yang akan datang, supaya kita bisa terus mempertebal iman, islam kita. Amin Allahumma Amin...

Lebaran pada kemana???
Ada yang mudik (buat yang punya kampung halaman), ada yang dirumah aja (karena ngga punya kampung halaman) atau mungkin ada yang piknik? sambil ngisi waktu liburan gitu ceritanya.

Tahun ini saya mudik ke kampung halaman suami di semarang. Serunya, mudik kali ini di temenin mama. Kebetulan mama mau berlebaran dengan adik yang tinggal dijogja. Aneh kah? koq ortu yang lebaran ke anak? hehehe...ngga juga siy. Sebenernya saya yang maksa mama untuk ikut mudik ke jawa kali ini. Karena mama belum pernah mengunjungi anak bungsunya (adik saya gituh ^_*) semenjak doi hijrah ke jogja mengikuti tugas misua nya.

Jadi pikir punya pikir, daripada mama berangkat sendirian ke jogja (kapan kapan gituh) hanya khusus sowan ke anak cucunya, ya....mending bareng saya sajah. Nanti sesampai disemarang dijemput adik ipar saya dan langsung di boyong ke jogja.

Cukup seru juga tour de' central java kali ini. Beberapa tempat wisata udah masuk list untuk dikunjungi ;)

Lawang sewu, kuil sam po kong dan tentunya tempat wiskul yang belum pernah di kunjungi. Tadinya saya ngga berminat mengunjungi lawang sewu. Secara history terkenal dengan kemistisan dan tempat yang cukup misterius. Bahkan pernah dijadikan tempat "uji nyali" dalam sebuah acara televisi. 

Terbayang suasana angker, dingin dan mencekam yang buat saya lebih memilih wisata alam sajah. Tapi berhubung suami dan anak-anak ribut memaksa untuk ke lawang sewu, mau tidak mau ya saya ikut juga.

Ternyata sodara-sodara...bayangan saya tidak semuanya betul. Memang sedikit terasa aura dingin, tapi mungkin itu karena tempat ini jarang digunakan. Hanya dikunjungi saat-saat tertentu  saja. Saat musim liburan dan lebaran seperti kali ini tentu saja banyak pengunjung yang tertarik datang. Dan selebihnya saya cukup terkesima dengan bangunan yang sangat "holland" sekali. 








Arsitektur bangunannya mengadopsi bangunan di belanda.  Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. 






Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu. Menurut guide lawang sewu, jumlah lubang pintunya terhitung sebanyak 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian dengan menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun [dengan engsel], ditambah 2 daun pintu lagi jenis sliding door/pintu geser).












Tarif masuknya Rp. 3000.00/orang ditambah biaya sewa guide Rp. 30,000.00, menurut saya cukup murah. Untuk sewa guide tidak diharuskan, pengunjung boleh saja masuk melihat-lihat kedalam sesuka hati dengan hanya membayar tarif masuk. 















Hanya saja dengan adanya guide, nilai-nilai sejarah dari bangunan ini tergali keluar. Karena banyak cerita yang ternyata tidak dipublikasikan secara bebas mengenai lawang sewu ini. Bahkan penjelasan guide yang detil mengenai asal muasal lawang sewu dan beberapa kejadian yang terjadi didalamnya, ternyata mempesona anak-anak saya. Sampai dua hari ke depan, tema pembicaraan mereka selalu tentang lawang sewu :))
Sampai-sampai saat bertemu dengan mama saya di jogja pun, mereka ngga bosan mengulang-ulang cerita tentang lawang sewu tersebut hahaha....



.


Beralih ke Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan berbunyi "marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an".






Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu., orang Indonesia keturunan cina menganggap bangunan itu adalah sebuah kelenteng - mengingat bentuknya berarsitektur cina sehingga mirip sebuah kelenteng. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, di dalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien. 

Padahal laksamana cheng ho adalah seorang muslim, tetapi oleh mereka di anggap dewa. Hal ini dapat dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka.[1]





Menurut cerita, Laksamana Zheng He (Sam Po Tay Djien) sedang berlayar melewati laut jawa ada seorang awak kapalnya yang sakit, ia memerintahkan membuang sauh. Kemudian ia merapat ke pantai utara semarang dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi kelenteng. 

Bangunan itu sekarang telah berada di tengah kota Semarang di akibatkan pantai utara jawa selalu mangalami pendangkalan diakibatkan adanya sedimentasi sehingga lambat-laun daratan akan semakin bertambah luas kearah utara.

Konon, setelah Zheng He meninggalkan tempat tersebut karena ia harus melanjutkan pelayarannya, banyak awak kapalnya yang tinggal di desa Simongan dan kawin dengan penduduk setempat. Mereka bersawah dan berladang ditempat itu. Zheng He memberikan pelajaran bercocok-tanam serta menyebarkan ajaran-ajaran Islam.

Seperti kebanyakan bangunan khas tionghoa, kuil sam po kong ini juga didominasi warna merah. Dengan patung laksamana Zheng he yang berada di tengah-tengah wilayah kuil. Sedangkan gua batunya sendiri terletak di area belakang kuil. Sayangnya saya ngga sempat melihat gua batu yang konon kabarnya adalah tempat semedi laksamana zheng he. Mungkin next time kalau mudik ke semarang lagi, kuil sam po kong mau dijelajahi lebih dalam lagi *tssaaaahhh.










Hmmm...cerita mengenai wiskul ngga banyak juga sebenarnya. Karena antara rencana dengan waktu yang kita punya ngga seimbang. Kami hanya punya waktu 3 hari 4 malam sajah disemarang. Sedangkan bejibun tempat wisata beserta aneka wiskul yang sudah di planing terpaksa harus dieliminasi satu persatu >___<
Museum kereta api di ambarawa, tempat pemancingan di daerah bandungan sampai tempat wisata kampung rawa yang berada tepat di atas rawa pening yang terkenal itu terpaksa kami tunda.

Wiskul berkisar di area terdekat dengan rumah. Seperti pujasera di simpang lima yang menawarkan aneka makanan khas semarang. Mie jowo, mie kopyok, tahu gimbal, dll. Tertarik dengan mie jowo (akibat hasutan misua niy) saya, misua dan mertoku pesen mie jowo yang katanya enak. Memang betul, mie nya lumayan enak. Kalo kata jargonnya soimah "joss gandoss pating bledosss". Tapiiii, proses pemesanannya niy yang bikin hilang selera makan.

Ngga usah diceritain deh, malah bikin naek darah lagi *hmmmfffttttt.

Lanjut wiskul nasi ayam yang letaknya ngga jauh-jauh dari rumah mertua. Menurut testimoni keponakan misua, nasi ayamnya enak. Wooo....napsu donk.
Tapi emang bener kata orang tua, lidah orang beda-beda. Menurut misua dan yang lain enak, tapi buat saya....biasaaaa banget.

Nasi ayam tuh ternyata nasi yang disiram gulai ayam ditambah sayur labu siam dan sambel krecek, dalam wadah pincuk daun pisang. Jangan ngebayangin ayamnya satu potong yah. Sama sekali ngga pemirsah. Wong ayamnya cuma numpang lewat jeh, segede jempol tok!
But it's ok, namanya juga nyobain. Yang penting udah tau kaya apa siy nasi ayam tuh??!!!

Hari minggu siang kami berempat melanjutkan journey menuju jogja. Tujuannya siy jemput mama sebelum kembali ke cilegon. Berbekal list tempat wisata hasil gugling jauh-jauh hari, saya udah ngebayangin bakalan dapet trip yang "unforgettable". 

Secara kan yah... Jogja currently becoming a tourism city. Mulai dari wisata candi (borobudur, prambanan, candi ratu boko, dll), wisata pantai (parangtritis, baron, dll) sampe wisata belanja (malioboro, kasongan, dll). Rasanya pengen semua dijabanin. Tapi pastinya ngga mungkin yah. Perbandingan antara waktu dan tujuan ngga ekuivalen jeh! Saya cuma punya waktu 2 hari, sedangkan tujuan wisatanya seabrek-abrek *tepok jidat.

Jadi....mau ngga mau, beberapa harus di eliminasi (lagi-lagi). Dari sekian banyak yang kesampean cuma malioboro, keraton jogja dan bukit bintang di wonosari hehehe... rencana tinggal rencana ceritanya nih!!

Saya mau cerita malioboro dulu. Kalo kata orang, belum ke jogja kalo belum ke malioboro! wek!! Apa hubungannya coba??!!? Ya mungkin yah, karena malioboro letaknya dipusat kota. Disana tumplek blek, aneka jualan khas jogja. Batik mulai dari yang murahan sampe kualitas butik yang harganya jutaan. Oleh-oleh asli njogja juga ada. 

Orang-orangnya juga variatif dari yang berambut item sampe yg pirang kecoklatan alias wong londo buanyak banget. Eh tapi ciyus..jogja udah kayak bali cing! Bule bertebaran dimana-mana.

Singkat kata, malioboro udah sangat penuh sesak. Cari parkiran susahnyaaaa minta ampun. sisi jalan penuh sama tukang delman, jualan batik, dll. Jogja oh jogjaaaaaa.....










Hari berikutnya kita ke keraton jogja. Setelah sebelumnya puter-puter masuk ke area keraton pinggir, cari batik dan baju khas jogja "Djogja Holic" dan berakhir menyusuri keraton sesungguhnya. Untuk masuk ke keraton dikenakan tarif Rp. 5.000/orang, plus kalo yang mau foto-foto di charge Rp. 1.000. Mereka juga menyediakan jasa guide. Tapi kali ini kami berusaha meng-guide diri sendiri wkwkwk (tanpa bantuan guide maksudnya).




Malam harinya kami menuju daerah perbatasan diwonosari, namanya bukit bintang. Koq bukit bintang?cuma namanya doank koq. Pertama karena letaknya memang tinggi makanya disebut bukit, kedua karena dari tempat ini kota jogja dimalam hari seperti langit penuh bintang. Jadi dua alasan itu yang akhirnya disebut "bukit bintang". Mirip dengan punclut di daerah bandung gitu deh.

Untuk menghilangkan rasa dingin, menikmati segelas jeruk hangat dan susu jahe tuh sesuatuuu banget ;)

Tour de'java akhirnya berakhir di bukit bintang ini. Karena esoknya kami sudah harus kembali ke Cilegon. Kembali rusuh dengan kesibukan semula. Yang nguli kembali nguli, yang sekolah kembali sekolah.
But overall, we had fun so much for the trip.

Sambil mikir, kira-kira trip kemana lagi yah????
Hehehehe

Akhirul salam
Wasalamualaikum wr.wb.
Sampai ketemu di cerita mudik taun depan

- Bye Bye-

Rabu, 10 Juli 2013

PANCAKE DURIAN






Udah lama banget nge-keep resep pancake durian, semenjak liat punya nya mba Nia "Radin cake".Liat penampakannya aseli bikin ngeces. Ginuk-ginuk kayak pipinya baby yang chubby. Begitu digigit nongol krim yang dipadu dengan daging durian. Woalaaahhhhhh.....ni iler pada brecetan hahaha.

Sekian lamanya ngekepin resep Pancake durian (PD), baru kesampaian minggu kemaren *pfffiuhhh. Bukan karena belum musim durian, atau ngga ada waktu untuk mbikin si PD ini. Bukan...bukan itu semua!!
Tapiiiii....karena "M". Malessssss hehehe

Waktu belanja bulanan di H*per*art liat ada durian diskon 50% (dasar cewe diskonan *huh). Bukan montong siy, durian lokal. Tapi, wanginya cing...ajib banget. Lumayan 1.2kg gitu, diskon setengah harga. Hadeuh...rugi amat kalo ngga beli ^__*

Antara mau digadoin gitu aja, atau dibikin makanan? bingka duren, bika ambon duren, es duren atau pancake duren? Ah...pikir punya pikir pilihan terakhir aja lah. Secara mau bikin bingka duren harus banyak durennya *sigh, kalo bika ambon duren takut gagal *hmffttt, apalagi es duren kudu melimpah durennya. padahal punya cuma segenggem doank (lebay). Nah kalo pancake duren ngga jadi masalah walaupun duriannya cuma sedikit. Soalnya nanti bakal dicampur sama whipcream.

Coba bayangin ya...kulit dadar yang lembut dipadu sama krim nan membelai lidah pleus aroma & rasa durian yang nyelekittt.. #heavenly banget ngga tuh???

Ah...kelamaan ngebayangin, bisa-bisa si "M" dateng lagih. Gatot lagi nanti acara pelaksanaan PD nya.




Nah tuh liat aja gimana penampakan atas kelembutannya si PD ini?

Jadiii.... akhirnya, walaupun sekarang belum musim durian, bisa terlaksana juga pembuatan PD nya. Karena si "M" lagi pergi jauh wakakak.

Resep pake punya nya bu fat, sang master of chef master.

Cuma ada satu yang agak bikin kurang sreg. Adonan kulitnya ngga disaring dulu, jadi waktu di dadar ada sedikit gerindilan dari tepung terigunya. Keliatan kurang cantik gitu, kayak permukaan planet mars *sigh
Eh...kayak orang lagi jerawatan dink khkhkhkh....

It's ok...yang penting rasanya pemirsah La to the ziz --> Laziz (pinjem jargonnya benu boeloe).



DURIAN PANCAKE
Adonan kulit by Fatmah Bahalwan
Converted into durian pancake by Nia-Radin Cake


Kulit Pancake

Bahan :
250 gr tepung terigu
3 btr telur
500ml santan
½ sdt garam
(aku tambah beberapa tetes pasta pandan)

Cara membuat :

Taruh dalam wadah, tepung terigu, garam dan telur, aduk rata sambil dituangi santan sedikit demi sedikit hingga santan habis.
Buat dadar tipis-tipis.

Bahan Isi

Whipcream, kocok kaku, masukkan ke pipping bag, sisihkan (aku pake whipcream bubuk aja)
Daging buah durian buang isinya, lumatkan (kasar aja supaya berasa)

Penyelesaian :

Ambil selembar kulit pancake, beri whipcream dan letakkan durian diatasnya. Lipat seperti amplop.


Lumayan nih buat ta'jil buka puasa ;)
Kalo males mbikin pesen ajalah...  sama siapa??? ya sama akoh wkwkwkwk.




Montok banget yah kayak pipi baby ;)

- Enjoy -



Selasa, 09 Juli 2013

MACARONI SCHOTEL GORENG





Alhamdulillah, akhirnya bertemu kembali dalam bulan suci penuh barokah dan maghfirah. Bulan Rhamadan yang selalu ditunggu para muslimin dan  muslimat diseluruh penjuru dunia.


Mohon dimaafkan kiranya ada kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak sengaja.
Semoga, semua umat muslim mendapatkan hidayah dan keberkahan dari ALLAH SWT. dan dapat dipertemukan dengan bulan nan fitri "syawal".

MARHABAN YAA RAMADHAN  KAREEM


Oke, kembali ke postingan *mumpung moodnya lagi on xixixixi....

Ternyata macaroni schotel juga bisa dibuat varian lain selain dipanggang loh, yaitu digoreng. Teksturnya lebih kering layaknya gorengan. Tapi ciri khas aroma italian dari bumbu pala dan daging asap tetep dominan. Enyak gituh ...



Iseng-iseng sambil killing time (*hadeuh....time koq dikilling wkwkwkwk)  nge-browse cari resep-resep yang belum pernah dicoba. Lumayan lah buat nambah koleksi lemari resep dan bisa menuh-menuhin postingan di blog >.<
Eh...ketemu sama resep macschot goreng.
Di resepnya juga ngga pake ribet bin rempong. Cuma cemplang cemplung, kukus trus goreng.
So...why we dont try it??



Kebetulan juga menghadapi bulan puasa ini, bisa buat bukaan temennya teh manis hangat *sluuuuurrrrppp....
Karena favorit bukaan di rumah itu cuma teh manis dan gorengan. Kalo beli gorengan terus tiap hari kan riskan sama kolesterol dan MSG. Nah kalo gorengan yang ini mah dijamin bebas pengawet dan MSG.
*Must try it at home ;))





Kakak imoy bisa habis dua potong sekali makan *dancing
Dan bawa kekantor beberapa potong, akhirnya berbuah orderan...alhamdulillah
Yang minat order macschot gorengnya, monggo. Atau kalo mau coba sendiri pun silahkan. Resepnya dibawah ini
Aku buat dalam loyang 20x20cm, jadi dari resep dibawah ini, semua dikalikan 2.


MACARONI SCHOTEL GORENG

Bahan:
100 gr macaroni elbow rebus sampai empuk
200 ml susu cair
1 kaleng kornet *bisa juga dengan daging asap (smoke beef)
Sosis ayam atau sapi secukupnya
50 gr keju parut
5 butir telur kocok lepas
3/4 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt bubuk pala
1/2 sdt merica bubuk
Seledri dicincang secukupnya
Minyak untuk menggoreng

 Bahan Pencelup
1.  Tepung panir
2. Telur kocok lepas

Cara:
1. Kocok telur dengan whisk, masukkan susu cair sedikit-sedikit sambil terus dikocok,
2. Tambahkan bumbu-bumbu, kornet, keju, seledri.
3. Tuang ke dalam macaroni yang sudah direbus, aduk rata.
4. Masukan ke dalam loyang uk. 20x20cm yang sudah dialas plastik dan diolesi minyak. Kukus sampai macaroni cukup set dan keras. Angkat dinginkan
5. Potong-potong sesuai selera, celup dalam telor dan gulingkan di tepung panir.
6. Goreng hingga kuning keemasan.
7. Hidangkan dengan cabe rawit atau saus sambal.



- Enjoy -

Senin, 01 Juli 2013

KUE PUKIS





Pukis.....bukan pakis!! Heeeeee

Biasanya tiap ke pasar, my hani bani switi selalu minta dibawain pukis ala pasar.Dua bungkus bisa abis sendirian tuh.....ckckckck!!!
Rasanya siy sebenernya biasa aja, ngga ada yang istimewa. Emang empuk banget dan awet. Sangking awetnya disimpen seminggu di suhu kamar, ngga rusak atau basi sama sekali.
Wow banget kan!!!
Kebayang, berapa banyak pengawet yang dipake >.<
Feeling guilty banget.....
Berarti tiap minggu aku ngempanin suami & anak-anak sama makanan berpengawet!! wad'eziggg.....

Ngga lagi-lagi dah aku beli pukisnya. Biarpun tiap kepasar dipanggil-panggil sama mamang pukis, ogah lah yawww merapat ;P

That's why, waktu lagi blogwalking ke blognya mba nina, koq banyak banget upload-an per-pukisan. Menurut testinya pun katanya pukisnya moist. Dan.....yang paling penting, No food additive yang non food grade. 
Harus dicoba niy, buat pengganti oleh-oleh pukis pasarnya.
Kan kalo kata iklan mah....Buat yang tercinta..... harus yang terbaik!! Ya ngga pemirsah :))







Diam-diam aku pengagum berat blognya mba nina ini loh. Dari gambarnya, tulisannya yang ngga bertele-tele (ngga kaya aku *senyum-senyum malu sendiri) dan pastinya gambarnya yang ciamiik banged.
Lagian isi blognya mba nina ini variatif banget, ngga cuman cake, kue tradisional, masakan sampe minuman juga ada.
Luengkap pokok'e!!

Kalo lagi blong ide, biasanya aku melancong ke beberapa blog andalan, termasuk blognya mba nina.
Lumayan bisa nge-refresh and nge-charge semangat, yang kadang menghilang karena dilanda rasa malas tingkat jendral >.<

Buat mba nina (specially), ijin copas ya resep-resepnya....
Matur nuwun sanget sebelumnya ;))





Buat topingnya bebas aja. Bisa dikasih meises, keju, selai, kismis atau sukade.
Aku cuma pakein meises, keju dan selai blueberry.
Pukisnya lumayan enak, empuk. Manisnya juga pas.
Hidangin buat temen minum teh mah okeh banget.
Tapi...Kebetulan dikulkas ada selasih dan nata decoco sebungkus. Daripada kadaluarsa mending di bikin temen pendamping pukis sajah.
Ngga nyambung ya??? Hahahaha biarin ah.....

Untuk Es selano nya (selasih nata decoco) ngga pake resep yang pakem. Cemplungin aja yang ada.
Sirupnya pake yang rasa marquisa. Sueger muegerrrrr dah!!!




Buat resep pukisnya dibawah ini yah

KUE PUKIS

Bahan :
500 gr tepung terigu serbaguna 
1/2 sdt baking powder
1 sdm ragi instan
6 butir kuning telur
3 putih telur
300 gr gula pasir 
(kalau mau lebih manis bisa ditambahkan sampai 350 gr ya)
400 ml santan kental --> (aku santan 200ml ditambah air 200ml)
50 ml air kelapa --> (aku ngga pake)
50 gr margarin, lelehkan
Cara Membuat :
- Ayak tepung terigu bersama baking powder, campurkan ragi instan, aduk rata dan sisihkan.
- Kocok telur bersama gula hingga mengembang dan kental.
- Kecilkan kecepatan mixer, masukkan campuran terigu dan ragi instan berselang- seling dengan santan dan air kelapa. Aduk hingga tercampur rata.
- Masukkan margarin leleh, aduk balik hingga tercampur rata.
- Diamkan adonan selama 30-60 menit, tutup dengan serbet bersih.
- Panaskan cetakan pukis, oles tipis dengan margarin. Tuang adonan ke dalam cetakan hingga 3/4 penuh. Tutup hingga 1/2 matang.
- Setelah adonan agak set, beri topping sesuai selera, tutup kembali dan masak hingga matang.
- Angkat dan sajikan.
Sama halnya dengan membuat kue lumpur, agar kulit pukis tetap cantik dan tidak gosong karena api yang terlalu panas, maka cetakan bisa dialasi dengan seng ataupun loyang datar yang tidak terpakai ya. Karena cetakan tidak terkena panas langsung dari api, makan kulit pukis bisa berwarna kecoklatan yang cantik. CMIIW ya ^_^
- Enjoy -